Selasa, 16 Oktober 2012

Andani Citra: Lukisan Bugil Diriku


Andani Citra: Lukisan Bugil Diriku

Andani Citra: Lukisan Bugil Diriku
Spoiler for Andani Citra: Lukisan Bugil Diriku

Ini adalah pengalamanku tahun 2002 lalu yang ingin kubagikan pada para pembaca. Aku mempunyai seorang teman kuliah cowok bernama Felix. Sedikit gambaran tentang dirinya, tidak terlalu tinggi, hampir sepantaranku, berkacamata dan pipinya agak tembem dengan kulit sawo matang. Wajah sih tidak termasuk ganteng, malah cenderung culun apalagi dengan kacamata bingkai tebalnya itu. Sifatnya juga tertutup dan kuper, tidak biasa gaul dengan cewek, kalau bertemu di perpustakaan, kantin atau di areal kampus lainnya pasti sendirian atau minimal bersama 1-2 temannya yang cowok. Dia berasal dari Padang dan nge-kost di sekitar kampus ini. Karakternya yang unik ini membuatku ingin mengerjainya, aku ingin tahu apa orang seintrovert itu akan luluh oleh godaan wanita penuh gairah sepertiku.

Dalam prestasi dia memang biasa-biasa saja, IPK-ku saja lebih tinggi darinya (bukannya sombong loh). Namun dia mempunyai sebuah bakat yang menonjol yaitu menggambar, terutama menggambar manusia dan gambar-gambar versi anime Jepang, wajah dan proporsi tubuhnya pas sekali, aku tahu hal ini karena seringkali kalau kuliahnya boring dia sembunyi-sembunyi menggores-goreskan pensil pada kertasnya, di organizernya juga terselip beberapa hasil karyanya. Pernah suatu kali saking asyiknya menggambar dia tidak sadar kalau si dosen sedang berjalan di dekatnya, dan mengambil kertasnya dan mengamat-amati gambarnya lalu berkata.

"Wah.. Wah anda ini lagi jatuh cinta sama siapa ya, sampai dibawa-bawa ke gambar begini, siapa nih di sini yang rambut panjang dengan kucir ke belakang," sambil memperhatikan semua mahasiswi di kelas ini.

Kontan satu kelas termasuk aku tertawa-tawa dan saling menunjuk siapa yang di dalam gambar itu, wajahnya jadi memerah karenanya. Kalau saja dosennya killer pasti dia sudah dikotbahi macam-macam atau bisa juga disuruh keluar, untung Bu Yani (si dosen itu) tidak segarang itu, beliau cuma menyindir dan menegurnya namun beliau juga memuji gambarnya itu bagus.

Suatu hari pada mata kuliah American Culture and Institution yang dosennya 'obat tidur' aku duduk di belakang dan kebetulan dia juga di sebelahku sehingga bisa ngobrol dengannya dengan suara pelan.

"Biasanya lu nge-gambar, dapat ide dari mana aja Lix?" tanyaku sambil melihat-lihat gambar-gambar di organizernya.
"Kebanyakan sih dari film atau foto-foto Ci, kalo lagi iseng ya gambar, enjoy gitu!"
"Eh.. Yang ini bagus nih, mirip aslinya, Vivian Hsu kan?"
"Iya hehehe, modelnya langsung dari orang aslinya tuh" katanya sambil nyengir.
"Ciee.. Mimpi kali yee!" balasku menyikutnya pelan.
"Emang lu pernah pakai model asli untuk gambar-gambar lu Lix?" tanyaku lagi.
"Emm.. Pernah sih dulu saudara gua, tapi kebanyakan sih gua ambil dari foto ya, abis susah kan cari model"
"Kalau menggambar sampai selesai gini habis waktu berapa lama kira-kira?"
"Itu tergantung mood juga sih, tapi rata-rata sih setengah jam lah"
"Gini Lix, kalau gua jadi model lu boleh nggak? Pengen sih sekali-sekali dilukis gitu, gimana?" tawarku.
"Wah, bener nih Ci? Thanks banget kalau lu mau, kapan nih ada waktu?"
"Gua sih abis ini nggak ada apa-apa lagi, lu sendiri gimana?"
"Oo.. Bagus kalau gitu di kost gua aja gimana?" jawabnya antusias dengan tawaranku.

Singkat cerita, setelah selesai perkuliahan yaitu jam sebelas, aku mengikutinya ke kostnya, dari kampus kami jalan kaki sekitar sepuluh menit. Tidak banyak orang di sana, mungkin karena pada jam-jam seperti ini masih banyak yang kuliah, hanya nampak seorang anak muda sebagai pembantu, seorang ibu setengah baya yang juga pembantu dan dua orang penghuni kost lainnya yang semua pria. Kamar Felix bisa dibilang cukup rapi dibanding kamar pria pada umumnya, di dalam sebuah rak tersusun beberapa model robot rakitan dan patung-patung kecil tokoh anime, begitu juga di dindingnya tertempel poster-poster anime dan game.

"Typikal tukang gambar banget nih anak, kacamata dan anime maniac gini" kataku dalam hati sambil mengamati koleksi-koleksinya sementara dia sedang ke toilet.
"Ok, Ci bisa kita mulai nggak? Lu mau dilukis gimana?" tanya Felix yang baru keluar dari toilet.
"Oohh.. Iya tapi omong-omong lu bakal tegang nggak kalo ngegambar pakai model nanti takutnya hasilnya jelek"
"Tegang? Nggak lah.. Emang kenapa harus tegang"
"Soalnya gua mau dilukis agak beda gitu loh"
"Bedanya gimana Ci? Kan lu cuma tinggal diam bergaya aja ya" tanyanya bingung.
"Itu loh Lix, lu pernah nonton Titanic nggak? Gua maunya digambar seperti itu tuh, gimana?" jawabku dengan polosnya.

Tentu saja dia langsung tercengang dengan permintaanku itu dan wajahnya memerah.

"Hah.. Yang bener lu Ci, maksud lu bugil gitu?"
"Hh-emm.. Wearing only this itu loh, gua yakin lu bisa kok" aku lalu melepaskan satu-satu kancing kemejaku dan memperlihatkan bra-ku.
"Ci.. Lu serius nih, berani kaya gini?" seakan tidak percaya apa yang dilihat di hadapannya.

Aku tertawa tertahan melihat reaksi amatirannya itu sambil terus melucuti satu demi satu pakaianku. Matanya seperti mau copot memandangku yang sudah telanjang di depannya, dari reaksinya aku yakin dia baru kali ini melihat perempuan bugil secara langsung.

"Nah.. Gimana Lix? Jangan tegang gitu dong, minum dulu aja deh"

Dia menerima gelas yang kusodorkan dan meminumnya lalu menarik nafas panjang.

"Ok dah tenang kan, buktiin dong kalo lu profesional artist, masa ngeliat tubuh cewek aja nervous gitu hehehe" aku menenangkannya sambil tertawa kecil.
"Ya tegang dong Ci, gua kan nggak pernah gambar bugil sebelumnya" jawabnya terbata-bata, namun dia sudah lebih rileks dari yang tadi. Kulihat matanya tidak pernah lepas memandangi tubuhku.
"Makanya lu harus cari pengalaman baru, supaya pandangan lu tambah luas"
"Gimana bisa kita mulai kan menggambarnya," kataku sambil membaringkan tubuh di ranjangnya.
"Bentar Ci," sahutnya lalu mengunci pintu terlebih dulu, "Kalo ada yang masuk kan berabe"
"Posisi gini gimana? Bagus nggak?" aku berbaring menyamping dengan menopang kepalaku dengan tangan kanan ditekuk.
"Kurang Ci, biasa aja, mending lu tumpuk itu bantal buat sandaran tangan terus duduk bersimpuh, kayanya lebih bagus" pintanya setelah mengamati sejenak.
"Gini?" tanyaku mengikuti arahannya.
"Ya, lebih tegak dikit Ci, ya gitu ok" aturnya.

Dia duduk di kursi seberang ranjang sana memegang clipboard. Sebelum mulai dia minum dulu untuk menenangkan diri. Lewat lima menit, dia geleng-geleng kepala melihat kertasnya, lalu ditariknya kertas itu dan diremas-remas.

"Kenapa Lix? Gagal?" tanyaku.
"Sory Ci, belum biasa sih jadi nggak bagus tadi, sekali lagi yah, sory ngerepotin"
"Ya udah, santai aja, lama-lama juga biasa kok"

Kali ini sepertinya dia sudah lebih enjoy melakukan aktivitasnya, tangannya bergerak dengan cepat diatas kertas, mengganti-ganti pensil, mengambil kapas dan penghapus, ibarat Leonardo yang melukis bugil Kate Winslet di film Titanic itu.

Ternyata jadi model lukisan gini capek juga loh, harus diam terus dan menjaga ekspresi wajah selama beberapa saat lamanya, semenit jadi seperti satu jam rasanya.

"Wuiihh.. Finally!" sahutnya dengan bernafas panjang setelah empat puluh menitan bekerja keras.
"Udah Lix? Coba gua liat dong hasilnya sini" pintaku tak sabar ingin melihat hasilnya.

Dia berjalan ke sini dan duduk di tepi ranjang memperlihatkan karyanya kepadaku.

"Puas nggak Ci? Sory yah kalo jelek kan baru kali ini"

Aku mengamat-amati gambar itu sejenak, harus kuakui hasilnya lumayan, walaupun mukaku terlihat lebih lebar di gambar itu, namun secara keseluruhan sudah ok. Aku tahu dia terus memandangi tubuh polosku sejak tadi, tapi kubiarkan saja dia menikmatinya sambil aku melihat gambarnya.

"Hhmm.. nggak nyesel kayanya gua cape-cape duduk telanjang selama ini yah, ya nggak Lix?" kataku sambil menolehkan wajah melihatnya yang sedang memperhatikanku yang tanpa tertutup sehelai benangpun dengan wajah memerah.
"Eh.. Kenapa lo Lix, kok ngeliatin gua sampai kaya gitu, belum pernah lhiat cewek bugil ya sebelumnya?" ujarku dengan tersenyum nakal.
"Liat aja sih sering Ci, tapi kalau yang beneran baru kali ini, pernah juga melihat adik gua baru keluar mandi itu juga nggak sengaja" katanya sambil garuk-garuk kepala.
"Jadi pegang-pegang badan cewek nggak pernah dong?" tanyaku memancingnya.
"Walah apalagi itu Ci, pacar aja belum, mo sama siapa" dengan sedikit terkekeh.
"Terus gimana reaksilu ngeliat gua nggak pake apa-apa di depan lo gini?"
"Wah.. Gimana yah, susah omongnya nih, ya agak shock juga tadi abis baru kali ini" jawabnya gugup.
"Ada pikiran macam-macam gitu nggak waktu ngegambar tadi?" pancingku lagi.
"Emm.. Macam-macam gimana contohnya Ci?" tanyanya pura-pura bego atau memang bego nih, nggak taulah, who care, lucu juga aku dengan tingkahnya ini.
"Ya misalnya gini nih" seraya kuraih tangannya dan kuletakkan pada payudara kiriku.

Terasa sekali tangannya gemetaran memegang dadaku, mulutnya melongo tak sanggup berkata-kata dan mukanya tambah merah saja. Kubimbing tangannya meremas-remas payudara montokku.

"Mmhh.. Gitu remasnya, pakai perasaan.. Putingnya juga"

Dia menuruti apa yang kuajarkan walau masih diam terbengong. Setelah gemetarnya berkurang aku memulai aksi terusannya, kudekatkan bibirku padanya hingga saling berpagutan.

"Mulutnya dibuka Lix, jangan kaku gitu, gua ajarin lu cipokan" bisikku dengan nada manja.

Dengan agresif lidahku menjelajahi mulutnya, menyapu ke segenap penjuru, menjilati lidahnya mengajak ikut bermain sehingga pelan-pelan lidahnya juga mulai aktif mengimbangiku. Tangannya pun tanpa kubimbing lagi sudah menikmati payudaraku dengan lebih semangat, bahkan kini dia lebih berani menjulurkan tangan satunya ke belakangku dan mengelusi punggungku.

Setelah puas berciuman, perlahan aku menarik mulutku, air liur nampak menetes dan berjuntai seperti benang laba-laba ketika mulut kami berpisah pelan-pelan.

"Itu tadi namanya Frech Kiss, Lix, udah bisa belum?"
"Ho-oh, seru banget, lagi dong Ci!" pintanya.
"Eiitt.. Sabar dulu, jangan buru-buru, masih banyak yang lebih seru," kataku sambil membukakan kaosnya dan melemparnya ke kursi, "Lu berdiri dulu dong, gua bantu buka celananya!"

Dia bangkit dari duduknya dan berdiri di depanku yang duduk di pinggir ranjang. Kulucuti celananya tanpa menghiraukan reaksinya yang malu-malu, terutama ketika akan kubuka celana dalamnya.

"Iihh.. Rese amat sih, minggir sana tangannya, gua bugil di depan lu aja santai, masa lu yang cowok malu-malu kucing gini!" bentakku pelan.
"Iya.. Iya Ci, sori habis baru pernah nunjukin anu gua ke cewek sih" katanya gugup membiarkan celana dalamnya kuturunkan.

Aku melihat penisnya yang sudah tegang lalu kugenggam dengan jari-jari lentikku.

"Wah, belum maksimal nih ngacengnya, liat aja nanti kalau udah ngerasain mulut gua, pasti ketagihan lu, hehehe..!" pikirku mesum.
"Udah gede gini juga masih bilang malu, munafik lo ah!" ujarku sambil mengusapnya.

Kumulai dengan mengecup kepala penisnya dan memakai ujung lidahku untuk menggelikitiknya. Kemudian lidahku turun menjalari permukaan benda itu, sesekali kugesekkan pada wajahku yang halus, kubuat penisnya basah oleh liurku. Bibirku lalu turun lagi ke pangkalnya yang dipenuhi bulu-bulu, buah pelirnya kujilati dan yang lainnya kupijat dalam genggaman tanganku. Beberapa saat kemudian mulutku naik lagi dan mulai memasukkan benda itu ke mulutku. Kuemut perlahan dan terus memijati pelirnya.

"Aa.. Ahh.. Geli Ci.. Uuhh!" desahnya bergetar.

Kulihat ekspresinya meringis dan merem-melek waktu penisnya kumain-mainkan di dalam mulutku. Kujilati memutar kepala kemaluannya sehingga memberinya kehangatan sekaligus sensasi luar biasa. Semakin kuemut benda itu semakin keras dan membengkak. Aku memasukkan mulutku lebih dalam lagi sampai kepala penisnya menyentuh langit-langit tenggorokanku.

Setelah beberapa lama kusepong, benda itu mulai berdenyut-denyut, sepertinya mau keluar. Aku makin gencar memaju-mundurkan kepalaku mengemut benda itu. Felix makin merintih keenakan dibuatnya, tanpa disadarinya pinggulnya juga bergerak maju-mundur di mulutku. Tak lama kemudian muncratlah cairan kental itu di dalam mulutku yang langsung kusedot hingga tuntas. Kulirikan mataku ke atas melihatnya merintih sambil mendongak ke atas, tangannya mengucek-ucek rambutku.

Sisa mani yang belepotan di batangnya kujilati hingga bersih, lalu aku merebahkan diriku di ranjang dan menarik tangannya agar berbaring menindihku, gambar itu kubiarkan jatuh ke lantai, daripada kusut di ranjang tergencet tubuh kami nanti.

"Wah.. Sumpah enak banget tadi itu Ci!" katanya di dekat wajahku.
"Itu tadi baru pemanasannya, sayang, kita masih belum beres," kataku sambil membelai lembut rambutnya.
"Yuk, sekarang nyusu aja dulu sambil istirahat," suruhku memberi syarat padanya untuk melumat payudaraku.
"Gua isep sekarang yah Ci" katanya dengan kedua tangan sudah mencaplok sepasang payudaraku.

Aku mendesis dan tubuhku menegang merasakan mulut Felix mulai beraksi di payudaraku. Bongkahan dada kananku dia jilati seluruhnya hingga basah, lalu dikenyot-kenyot di dalam mulutnya. Kepalanya kudekap erat pada payudaraku. Selesai dengan yang kanan kini dia melakukan hal yang sama terhadap yang kiri yang sejak tadi dia remasi dengan tangannya. Kedua payudaraku jadi basah oleh liurnya. Tangannya mulai berani menyusuri lekuk-lekuk tubuhku, pantatku yang sekal dia elus-elus sambil terus menyusu. Kuraih telapak tangannya yang lagi mengelus pantatku dan menggiringnya ke vaginaku.

"Disini lebih hangat kan, Lix?"
"Iya hangat Ci, sedikit basah gitu"
"Coba lu masukin jari lu lebih dalam lagi ke situ, pelan-pelan aja"

Dua jadinya pelan-pelan memasuki liang kenikmatanku, melewati dinding yang bergerinjal-gerinjal.

"Sekarang coba lu gosokin daging kecil yang.. Ahh!!" aku tak tahan untuk tak mendesah sebelum selesai menjelaskan karena sensasi yang ditimbulkannya, Felix sudah terlebih dulu mengepit benda itu diantara dua jarinya dan mengusap-usapnya.
"Kenapa Ci? Sakit?" tanyanya polos.
"Nggak.. Enak terusin Lix, itu yang namanya klitoris, daerah rangsangan cewek, ayo gituin lagi!!"

Dia melanjutkan usapannya pada klitorisku dan semakin lama semakin nikmat. Mulutnya kembali mencaplok payudaraku. Aku menggelinjang keenakan dengan nafas makin memburu, tanganku mencengkram pundaknya dan membelai kepalanya.

"Oohh.. Yess.. Gitu, i like it.. Terus.. Terus!!" desahku sesekali menggigit bibir bawah.

Lagi enak-enaknya terbuai tiba-tiba HP-ku berbunyi, sehingga Felix berhenti sejenak melihat asal suara.

"HP lu tuh Ci, mau diangkat?" tanyanya.
"Udah ah biarin aja.. Ayo lagi tanggung nih!" kataku sambil membenamkan wajahnya ke dadaku lagi.

Dari ringtonenya aku tahu itu pasti salah satu dari geng-ku, kalau tidak Verna, Indah, atau Ratna, paling-paling mau ngajak jalan atau ketemuan, nanti juga bisa.

"Ci, tapi itu.. Kalo penting..?" tanyanya lagi.
"Cerewet, ayo terusin lagi, bukan urusan lu!" bentakku membenamkan lagi wajahnya ke dadaku.

Kamipun kembali berpacu dalam nafsu, ringtone HP-ku terus berbunyi sampai berhenti beberapa saat kemudian. Dia kini lebih ahli melakukan tugasnya, hisapannya pada payudaraku semakin mantap, pipinya sampai kempot menghisapnya. Tangannya pada vaginaku bukan cuma mengusap-usap saja, namun sudah berani menusuk-nusuk sambil tetap memainkan klitorisku. Sebelum dia membuatku orgasme aku memegang pergelangan tangannya dan menyuruhnya menarik keluar dari vaginaku. Jari-jarinya basah sekali oleh cairan kewanitaanku.

Aku mencegahnya waktu dia mau mengelap jarinya itu.

"Jangan dibuang dong, mubazir" cegahku.
"Hah, tapi lengket gini Ci, emang mau diapain?" tanyanya heran.

Aku tidak menjawabnya selain mendekatkan telapak tangannya ke mulutku, kemudian kumasukkan jari telunjuknya ke mulutku, kuemut dengan penuh perasaan merasakan cairanku sendiri. Tatapan mataku yang binal menatap wajahnya yang terbengong-bengong dengan tingkahku yang liar.

"Coba Lix, rasain deh sarinya cewek seperti gua tadi!" kudekatkan jari-jari basah itu ke mulutnya.

Mulanya dia agak ragu-ragu dan risih mencicipi cairan itu, namun karena kubujuk terus akhirnya dia pun pelan-pelan menjilati juga cairanku yang belepotan di jarinya itu.

"Terus.. Lagi di sebelah sana tuh, belum habis" aku menyemangatinya karena dia ragu-ragu menjilatinya.
"Gimana rasanya?" tanyaku dengan tertawa tertahan.
"Aneh Ci, tapi lama-lama enak juga sih"

Setelah itu aku menyuruhnya rebahan lalu aku naik ke atasnya. Aku melepaskan kacamatanya lalu menaruhnya di meja kecil sebelah ranjang. Kami berpelukan erat dan kembali berciuman dengan penuh gelora. Sambil berciuman tangannya menjalar turun mengelus punggungku dan meremas kedua belah pantatku. Nafas kami sudah demikian memburu sehingga hembusannya terasa pada wajah masing-masing. Mulutku merambat ke bawah menciumi lehernya dan terus ke dadanya, putingnya kucium dan kugigit agak keras sambil menariknya.

"Aooww.. Ci.. Nakal lu yah.. Kaget tau!" tersentak kaget dengan gerakan agresifku.

Aku tertawa cekikikan karena reaksinya, dasar amatiran, lucu banget ML sama yang model ginian. Sesaat kemudian aku meraih penisnya dan mulai mengarahkannya ke vaginaku.

"Selamat yah sebentar lagi lu jadi pria dewasa" ucapku seolah menyalaminya yang sedang menuju saat-saat terakhir keperjakaannya.

Pelan-pelan aku menurunkan badanku hingga benda itu melesak ke dalamku diiringi desahan kami. Aku melihat wajahnya yang meringis antara rasa perih dan enak merasakan barangnya dijepit vaginaku. Setelah masuk setengahnya aku langsung menduduki penisnya dan bless.. Amblaslah benda itu seluruhnya ke dalamku. Aku mendesah panjang, begitupun Felix, matanya melotot dan mengerang merasakan jepitan dinding vaginaku pada penisnya yang merenggut keperjakaannya.

Aku sengaja mendiamkan sejenak penisnya tertancap padaku supaya dia bisa beradaptasi dan meresapi saat-saat pertamanya dulu. Kemudian aku mulai menggoyangkan pinggulku pelan-pelan.

"Enak say? Eemmhh!" tanyaku lirih.
"Iya Ci.. Oohh.. Enak abis.. Ughh, mantap!"

Gerakan naik-turunku bertambah cepat secara bertahap, payudaraku mulai ikut bergoyang-goyang seirama goyang badanku.

"Mainin toked gua Lix.. Ohh!" pintaku manja sambil menaruh tangan kanannya ke payudaraku.
"Aahh.. Ahh.. Yang keras pencetnya!" desahku makin gila bersamaan dengan birahiku yang makin tinggi

Hentakan badanku makin keras sampai kepala penis itu terkadang menyodok-nyodok rahimku. Keringat pun bercucuran pada tubuh dan wajah kami apalagi kamar ini tidak ber-AC, cuma dipasang exhaust van di atas pintu. Walaupun aku berusaha agar tidak terlalu gaduh mengingat hari masih terang dan banyak orang lalu lalang, namun sesekali aku tak kuasa menahan jeritan kecil kalau hentakannya kencang atau mengenai G-spot ku. Memang tidak nyaman melakukannya pada saat dan tempat seperti ini, tapi kalau sudah kebelet ya apa boleh buat, lagipula ada sensasi tersendiri juga bermain dalam keadaan tidak safe seperti ini.

Tak lama kemudian aku merasakan perasaan yang luar biasa sehingga secara alami goyangan badanku bertambah kencang, hal ini membuat erangan kami semakin terdengar. Tanpa mengurangi frekuensi genjotan aku menunduk melumat bibirnya dengan tujuan meredam suara kami agar tidak mengundang perhatian. Akhirnya ketika gelombang orgasme menerpa, yang terdengar hanya erangan tertahan, dengan refleks aku menekan vaginaku hingga penis itu tertancap maksimal, Felix jadi kelabakan karena aku menghisap lidahnya dengan kuat ditambah pelukanku yang makin erat. Akhirnya tubuhku melemas di atasnya dengan penis masih menancap di vaginaku. Dibelainya rambut dan punggungku dengan lembut.

"Ci, itu tadi yang namanya orgasme yah? Gila banjir banget lu tadi, tapi enak, hangat!" komentarnya.
"Kamu capek Ci? Udah lemas gini" tanyanya melihatku yang bernafas ngos-ngosan.
"Nggak, lu juga masih kuat kan, sekarang kita ganti gaya yah!" kataku sambil bangkit dan bertumpu dengan kedua tangan dan lututku.

Pinggulku kutunggingkan seakan menantangnya memperlihatkan kemaluanku yang merah dengan bulu-bulunya hitam yang lebat. Tanpa harus kuajari lagi Felix menempelkan penisnya pada bukit kemaluanku yang becek. Dengan mesra dia membenamkan penisnya sedikit demi sedikit.

"Oohh.. Yeahh! Fuck me like that.. Uuhh.. I'm your bitch now!" erangku liar.

Ronde berikutnya pun dimulai, kami saling memacu tubuh kami dalam posisi doggy. Sambil menggenjotku, tangannya memijati payudaraku yang bergelayutan dengan lembut, kupegangi tangannya agar remasannya ke payudaraku tambah keras, tubuhku kugoyangkan berlawanan arah dengan sentakannya sehingga sodokan penisnya makin terasa. Tidak sia-sia ajaranku, ternyata dia tidak mengecewakan seperti perkiraan dulu.

Lima belas menit kemudian, kami berganti posisi lagi, aku telentang di tengah ranjang membuka lebar kakiku sementara dia tetap dalam posisi berlututnya diantara kedua pahaku. Sekarang dia yang memegang kendali tanpa arahan-arahan dariku lagi, kedua betisku dinaikkan ke pundaknya, tangannya turut aktif menjelajahi tubuhku. Yang kulakukan kini hanyalah mendesah, menggeleng-gelengkan kepala dan menggigit jari menikmati hasil pengajaranku. Aku lalu menurunkan kedua betisku itu dan meraih lehernya, mengisyaratkan agar dia maju menindihku. Kami sudah demikian hanyut dalam kenikmatan sampai dua SMS yang masuk ke HP-ku pun tidak mengusik kami. Sambil terus menggumuliku, dia menciumiku di mulut, pipi, telinga, dan leher

"Ahh-ahh.. Lix, kita coba keluar barengan ya, lu udah mau kan" desahku sambil mempererat pelukan ketika kurasakan perasan itu sudah mendekat.
"Iyah Ci, gua juga udah mau!" jawabnya terengah-engah sambil mempercepat genjotannya.

Kembali aku mengalami klimaks bersamanya yang lebih panjang dari sebelumnya, tanpa peduli keadaan aku mengerang panjang melepaskan segala perasaan yang ada dalam diriku. Disaat bersamaan pula, Felix menyusul ke puncak dengan menyemburkan maninya yang kental ke vaginaku hingga bercampur dengan lendir kewanitaanku.

"Oouughh..!" dia pun melenguh panjang mengakhiri permainan ini.

Kami berciuman dalam pelukan menikmati sisa kenikmatan hingga akhirnya terkulai lemas bersebelahan namun masih tetap berpelukan, mata kami saling pandang satu sama lain tanpa berkata-kata karena masih lelah.

"Ci, lu bakal hamil nggak ntar, takutnya.." tanyanya dengan khawatir.

Aku tersenyum dengan pertanyaan polosnya lalu menjawabnya sambil memegang hidung kecilnya.

"Ah lu, udah ngelakuin baru tanya akibatnya, tapi tenang, cewek kan ada masa-masa suburnya dan sekarang gua lagi aman kok, masa gitu aja nggak tau sih? Kan dulu di biologi ada?"
"Iya sih, tapi kan prakteknya gua belom gitu jelas, sekarang baru dijelasin ama lu hehehe" dia tertawa renyah.
"Eh Ci, gambar yang ini buat gua aja yah, buat kenangan pertama kalinya gua ngelukis bugil, ntar kalau mau gua gambarin lagi buat lu, please" pintanya.

Aku sih iya-iya saja, toh niatku menggodanya sudah tercapai.

Hari-hari berikutnya, kami beberapa kali bekerjasama membuat 'karya seni'. Tidak jarang aku memberi saran mengenai latar dan pose. Kami saling berbagi pengalaman, aku mendapat pengalaman sebagai model lukisan, dia pun mendapat banyak wawasan untuk meningkatkan bakat seninya dan tidak ketinggalan pelajaran seks dan hubungan sosial dariku.

Kini Felix sudah lebih pandai bergaul, tidak sekuper dulu lagi. Bahkan pernah dia mengutarakan perasaannya padaku, namun sayang aku harus menolaknya dengan halus, karena aku belum siap mendapatkan pacar lagi sejak hubungan cintaku di masa lalu kandas tiga kali. Kami tetap berteman baik hingga kini. Ketika aku lulus beberapa bulan lalu dia telah mempunyai pacar. Syukurlah, aku pun senang karena bisa membantunya belajar mengenai hidup dan membuatnya lebih terbuka.


E N D

100out of 100 based on 99998 ratings. 1 user reviews.
Andani Citra: Lukisan Bugil Diriku Reviewed by kumpulanceritadewasaterbaru.blogspot.com on 2012-10-16T12:57:00-07:00 Rating: 5

0 komentar:

Poskan Komentar

 
© 2012 - Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru.

cerita dewasa

cerita dewasa
cerita dewasa 2012
cerita dewasa indonesia
cerita dewasa 2010
cerita dewasa mesum
cerita dewasa ngentot
cerita dewasa pemerkosaan
kumpulan cerita dewasa _
cerita dewasa persetubuhan
cerita dewasa terbaru
cerita dewasa panas
cerita dewasa ip
kumpulan cerita dewasa
cerita hot dewasa
cerita sek dewasa
cerita seru dewasa
cerita sex dewasa
koleksi cerita dewasa
cerita nafsu dewasa
cerita dewasa widget
kumpulan cerita dewasa 2011
cerita dewasa baru
cerita dewasa cinta
cerita dewasa perkosaan
cerita dewasa seks
cerita dewasa sma
cerita dewasa 2011
situs cerita dewasa
cerita dewasa perselingkuhan
film dewasa
cerita dewasa 18
cerita dewasa xxx
cerita dewasa 17thn
cerita dewasa lucu
komik dan cerita dewasa
cerita dewasa janda
cerita dewasa tante
cerita dewasa pembantu
cerita dewasa tamu
cerita dewasa wanita karir
cerita dewasa sekandung
cerita dewasa bahasa jawa
cerita dewasa 17tahun
cerita dewasa mobile
cerita dewasa peperonity
cerita dewasa saat hujan
cerita dewasa mas
cerita dewasa bergambar
cerita dewasa rumah kosong
cerita dewasa smp
kumpulan cerita humor dewasa
cerita dewasa minggu ini
cerita dewasa tentang malam pertama
cerita dewasa 3 anak kurang ajar
cerita horor dewasa
cerita humor dewasa
cerita dewasa bulan ini
cerita dewasa naruto
kumpulan cerita dewasa 2010
cerita dewasa anak ngentot ibunya
cerita dewasa adik dan kakak kandung
cerita dewasa ngentot mama dan kakak
cerita dan komik dewasa
cerita dewasa masa kini

cerita dewasa


cerita dewasa cerita seks
cerita dewasa horor
cerita sek dewasa sedarah
cerita dewasa panas sex
e book cerita dewasa
kisah tante seks
cerita dan komik dewasa blog
kisah kisah ngentot
cerita dewasa sunat
cerita dewasa sek 17
bacaan dewasa seks
cerita panas sedarah kandung
cerita mesum dengan saudara kandung
cerita panas mama anak
dewasa sedarah
cerita dewasa sedarh
cerita hot pembantuku
cerita dewasa mama mesum
cerita dewasa kaka
cerita dewasa tentang sek
cerita dewasa fanfic
cerita sex bersama adik kandung
cerita sek adek kakak
kisah hot sex
ceritadewasa 2011
cerpen dewasa sex
cerita entot adik kandung
cerita dewasa adik kaka
cerita sex di kota
cerita se terbaru
cerita hot kakakku
cerita dewasa besan
kisah kisah hot
koleksi cerita dewasa sedarah
cerita dewasa sedarah dengan kakak
cerita dewasa sedarah kumpulan
hot seks dewasa
bacaan dewasa terbaru
cerita ngewe saudara kandung
cerita hot dewasa sex
cerita mesum bersama mama
cerita dewasa kakek dan cucu
cerita dewasa panas seks
kisah bercinta sedarah
cerita dewasa adek
cerita seks seks
cerita hot malam
cerita dewasa sexs sedarah
cerita dewasa irwan 1
cerita panas mama dan anak
cerita dewasa surga dunia
cerita seks dg saudara
cerita seks bersama
cerita dewasa sek panas
cerita dewasa admin
cerita seks dewasa nyata
cerita cerita sedarah
kumpulan cerita cerita seks dewasa
cerita lucu humor dewasa
cerita dewasa mati lampu
cerpen dewasa seks
cerita seks kota
cerita seru dewasa sex
cerita dewasa kado ulang tahun mama
cerita seks 17 dewasa
cerpen seks hot
cerita dewasa turis
cerita dewasa sex terlarang
cerita cerita sek dewasa
cerita dewasa mama ngentot anak
sex dewasa sedarah
cerita dewasa kado ulang tahun
koleksi cerita sex sedarah
cerita panas anak tiri
kisah dewasa baru
kisah dewasa terbaru
cerita cerita sexs dewasa
kumpulan cerita seks 17
cerita dewasa gairah seks
koleksi cerita sedarah
cerita cerita seks hot
cerita dewasa guru olah raga
cerita anak seks
cerita ngewe adik kandung
kisah nyata seks dewasa
cerita cerita hot sex
kumpulan cerita novel dewasa
cerita naruto dewasa
kisah dewasa seks
cerita se dewasa
cerita lucu banget dewasa
bacaan dewasa sedarah
sedarah cerita sex
cerita sex dg ibu tiri
cerita dewasa nick carter
cerita dewasa mama sexy
cerita sex dewasa ngentot mama
cerita dewasa eny arrow
sex untuk dewasa
cerita sek adik dan kakak
17 cerita seks
cerita dewasa tukang listrik
koleksi cerita hot dewasa
cerita panas istri orang
cerita sex cerita ngentot
cerita sek mama tiri
sedarah dewasa
pembantu dewasa
cerita dewasa baju tidur
cerita dewasa ibu dan anak terbaru
cerita dewasa ibu hot
cerita dewasa sedarah adik kandung
cerita sec dewasa
cerita seks aku dan kakak
cerita sexual dewasa
cerita dewasa maret 2010
tentang cerita sex
cerita dewasa sex ibu tiri
cerita seks adik kaka
cerita sex dg saudara
cerita seru dewasa seks
cerita panas paling baru
sex dan cerita
cerita panas mama dan aku
cerita sek saudara kandung
koleksi cerita dewasa seks
cerita ngewe kakak kandung
cerita nafsu seks dewasa
cerita sek hot dewasa
cerita dewasa sedarah dengan adik
kumpulan cerita panas tante tante
cerita sex ibu vs anak
cerita seks seru dewasa
cerpen sek dewasa
cerita dan sex
cerita dewasa burung burung kecil
kisah hot sedarah
cerita seks keperawanan
kumpulan cerita panas baru
seks cerita sedarah
kumpulan cerita sex anak dan ibu
kisah nafsu sex
cerita hot seru dewasa
koleksi cerita 17
cerita cerita panas terbaru
cerita seks adik perempuan
cerpen dewasa sedarah
cerita seks ngentot istri
seks kisah nyata
ibu tiri sex
cerita panas dgn pembantu
cerita sex dengan ibu tiriku
cerita hot dengan ibu kandung
koleksi cerita panas terbaru
cerita seks kita
cerita sex dewasa kakak adik
cerita panas dengan istri orang
kisah seks 17
cerita ngentot dewasa seks
cerita dientot adik kandung
cerpen ngentot dewasa
cerita sek adik kaka
cerita seks sedarah adik dan kakak
kisah nyata dewasa terbaru
kisah nyata cerita sek
cerita bokep anak kuliah
cerita hot ku
cerpen sex 17
info dewasa sex
kumpulan cerpen seks dewasa
cerita hot mama tiri
kumpulan cerita sex wanita
cerita sex mahasiwi
kumpulan sex cerita
kumpulan cerita seks dewasa seru
hot seks cerita
cerita dewasa hot sexs
cerita sex kota
cerita panas dengan tante kandung
cerita sek ketagihan
cerita sexs saudara kandung
bu guru cerita dewasa
dewasa ibu
daftar cerita sek sedarah
cerita panas dgn mama
cerita cerita sex ngentot
seks kakak kandung
seks saudara kandung
kumpulan cerita mesum pembantu
cerpen hot seks
cerpen sex ibu dan anak
cerita sex cerita
cerita sek dengan saudara kandung
seks adik kandung
cerita nyata dewasa sex
sex mama dan aku
ngentot ibu cerita dewasa
cerita sex istri tua
cerita hot kakak dan adik
seks dewasa terbaru
kumpulan cerita sek seru
cerita panas anak kandung
cerita hot sek dewasa
cerita sek ngentot dewasa
kumpulan cerita sex new
cerita mesum mama tiri
cerita dawasa terbaru
cerita terbaru 17
cerita seks ngentot anak
sex kakak tiri
vidio sex ibu ibu
sex sedarah dewasa
cerita sex i
gudang cerita seks sedarah
cerita hot sexs dewasa
cerita tentang sex hot
cerita seks adik dengan kakak
cerita hot tante kandung
kisah pembantu sex
cerita sex orang
cerita sex mami tiri
cerita dewasa ibu tiri ku
cerita ngesek adik kandung
cerita kakak seks
seks dewasa cerita
cerita ngesek dengan saudara
kumpulan cerita seks panas dewasa
cerita seks i
cerita sexs kisah nyata
kisah seks ibu ibu
dewasa sex hot
cerita dewasa kaka ku
cerita hot saudara kandung
cerita hot dewasa seru
cerita sexy panas
cerita panas ter baru
cerita sex and hot
cerita sek dengan kaka
cerita panas dg pembantu
cerita panas aku dan kakak
cerita sek dengan istri
cerita panas ibu ngentot anak
cerita ngesex adik kandung
cerpen pengalaman seks
kumpulan cerita sexi
seks cerita seru
cerita bokep adik dan kakak
kumpulan cerita cerita sex sedarah
cerita cerita se
cerita dengan kakak kandung
cerita sex saat ini
kisah kisah tante
cerita bokep kakak dan adik
cerita hots sedarah
cerita sexs adikku
kisah seks ibu tiri
cerita seks istri guru
koleksi kisah ngentot
cerita panas di paksa

cerita dewasa


cerita sek dengan mahasiswi
seks dewasa seru
cerita hot dengan ibu guru
cerita seks sama istri
malam pertama dewasa
kakak seks
cerita cerita malam
sex pembantu cerita
cerita sexual hot
cerita sex malam ini
kisah seks dengan saudara
cerita bokep ibu anak
cerita hot dengan istri orang
cerita sex koleksi
cerita ibu ibu sexy
cerita nasfu
cerita panas sexs dewasa
cerita nafsu hot dewasa
cerita sex sama abang
tante tiri
download aplikasi cerita sex
cerita hot sex dewasa terbaru
cerita sek kakak dan adik kandung
sex ngentot dewasa
cerita sexs kakak kandung
cerita nyata sek dewasa
kumpulan kisah nyata tentang sex
kisah seks nafsu
seks dalam cerita
pembantu sex cerita
cerita hot dengan tante ku
cerita cex sedarah
cerita seks yang lama
cerita sek keperawanan
cerita se tante
kakak kandung sex
kisah sexs malam pertama
kisah seks dengan
cerita main dengan adik kandung